Sesak di Dada, Pekak di Telinga
Karya: Devina Dewi Irawan
Tidak berada pada satu atap yang sama Pahit getirnya sudah ku lalui sekian lama Singkat kata perkenankan lah aku untuk bercerita Menyambung asa yang telah lama sirna
Berkarut marut larut dalam kesedihan Diburu waktu yang tidak pernah berkesudahan Menanti secercah harapan Kelak dua insan menyatu mengalahkan perbedaan
Ku panjatkan doa dengan penuh khusyuk Memandang langit seraya mengucap harap Dan benar saja semua berubah dalam sekejap Bahagia itu datang layaknya memberi terang pelita
Ku kira kisah ini akan bertahan selamanya Baru saja ku rasakan keharmonisan cinta Namun semesta kembali mengambilnya Seolah olah ingin menjadikan ku tangguh dari yang sebelumnya
Namun tetap saja Hati ini tidak cukup tangguh untuk menerimanya Suara itu selalu menghantui hari hariku Hiruk pikuknya mengganggu tidurku
Bisa kau bayangkan berapa merananya Mendengarkan kata kata yang tidak pantas Tidak peduli berapa banyak energi yang terkuras Saling membalas dengan suara keras
Ku hela nafas ini perlahan Air mata seolah olah tertahan Rasanya ingin ku bersuara Sesak di dada..pekak ditelinga